cool hit counter

PDM Kabupaten Tegal - Persyarikatan Muhammadiyah

 PDM Kabupaten Tegal
.: Home > Berita > JSM dan Lazismu Kekuatan Baru Kebangkitan Ekonomi

Homepage

JSM dan Lazismu Kekuatan Baru Kebangkitan Ekonomi

Minggu, 30-04-2017
Dibaca: 882

SLAWI- Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM) dan Lembaga Amil Zakat Infak dan Sodakoh Muhammadiyah (Lazismu) diharapkan bisa menjadi pilar kekuatan baru dalam membangkitkan ekonomi masyarakat.

 

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tegal, Arief Azman, saat Temu Bisnis dan deklarasi JSM di Hotel Grand Dian Slawi, Sabtu (29/4) malam.

 

“Perekonomian umat Islam sudah tertinggal jauh. Diperlukan gerakan revolusioner di setiap daerah agar perekonomian bisa bangkit,” ujar Arief Azman.

 

Lebih lanjut, jebolan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) tersebut mengemukakan, lewat JSM, diharapkan para pengusaha-pengusaha Muhammadiyah bisa bersinergi dan mempunyai visi yang sama tentang upaya membangkitkan perekonomian. Selain itu, adanya Lazismu sebagai pengelola zakat, infak dan sodakoh juga diharapkan bisa ikut mendorong tumbuhkembangnya perekonomian umat.

 

“Pengusaha-pengusaha yang tergabung dalam JSM, harus punya mental muzakki atau selalu membersihkan hartanya dengan berzakat,” tambahnya.

 

Adapun, Ketua JSM Tegal, Samsul Huda menguraikan, ke depan, ada tiga tugas utama yang perlu dilaksanakan untuk kepentingan riil umat Islam. Pertama yaitu tugas pencerahan. Menurutnya, umat Islam perlu pencerahan terkait pentingnya bisnis dan harta dalam berdakwah.

 

“Harta di tangan orang yang tepat akan membawa kemaslahatan. Di zaman Nabi, harta di tangan Khadijah, di tangan Abu Bakar, dan Abdurrahman bin Auf, menjadi kekuatan Islam yang cukup besar,” papar pengusaha sukses di bidang busana muslim itu.

 

Adapun tugas berikutnya yaitu pemberdayaan dan perluasan jaringan. Menurut sosok yang mengundurkan diri sebagai PNS pada 2014 itu, banyak para pengusaha yang berbisnis tanpa ilmu dan cenderung apa adanya. Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya pelatihan, pendampingan dan pengembangan.

 

Dalam kegiatan yang dihadiri ratusan pengusaha dari berbagai daerah dan Kabag Kesra Setda, Fakihurrakhiem tersebut, juga digelar bincang bisnis dengan Sekjen Indonesian Islamic Bussiness Froum (IIBF) Jawa Barat, Galunggung Dirgantoro, dan Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat yang juga Sekretaris Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Azrul Tanjung. (MF/MPI)


Tags:
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori:



Arsip Berita

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website